Mengenang musibah kebakaran dalam peletakan batu pertama rumah bapak sugiatno

Tulangbawang, andalascermin.desa.id | Minggu 06 Januari 2019. Bencana Alam telah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu sebagai ketentuan Tuhan yang harus diterima suka maupun tidak suka. Yang terpenting ialah bagaimana menyikapi pasca bencana alam yang terjadi. Agar setidaknya tidak menjadi bencana akhlak bagi bangsa Indonesia.

Pasca musibah kebakaran yang menimpa keluarga Sugiatno (40). Warga kampung Andalas Cermin Jalur Seri 3 RT 5 RW 16, kecamatan Rawa Pitu. Musibah tersebut menewaskan Jaedi (18) putra kandungnya. Kejadian yang terjadi Pada sabtu (19/12/2018) lalu. Sebuah pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya ridha menerima takdir ujian serta selalu berhati-hati dalam segala aktivitas.

Musibah Kebakaran rumah yang terjadi di kampung andalas cermin (Dok.Ery/AC)

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan seisi rumahnya tersebut, terjadi antara pukul 06:30 WIB hingga 07:00 WIB.  Persis saat dirinya berada di sawah untuk menanam padi. Sugiatno merasa sangat sedih atas kejadian yang menimpa keluarganya. Terutama anak sulungnya yang telah tewas bersamaan dengan musibah kebakaran tersebut. Mengingat almarhum Jaedi anak kesayangannya yang selama ini mengidap penyakit Hidrosepalus..

Herdi Sabarno (8) dan Agus (11) kedua adik dari almarhum Jaedi yang sempat terbangun dan Agus berteriak-teriak meminta tolong kepada tetangga sekitar. Sesaat setelah kembali dari buang air besar, namun kebanyakan warga tidak berada di rumahnya masing-masing karena sudah pergi ke sawah atau aktivitas lainnya. Saat beberapa warga mengetahui kebakaran tersebut, mereka bergegas berusaha memadamkan api dengan cara mengambil air di aliran sekunder yang cukup jauh dengan volume air yang sedikit. Sedangkan rumah yang terbuat dari papan tersebut telah nyaris habis terbakar seluruhnya. Dugaan sementara Api berasal dari dua kemungkinan yaitu antara obat nyamuk atau tungku kayu bakar yang belum padam seutuhnya saat ditinggal pemiliknya.

 

Proses penggalian tanah untuk pondasi rumah bapak Sugiatno (Dok.Ery/AC)

Sugiatno mengatakan, “semuanya habis kecuali baju kami yang menempel di badan. Mau bagaimana lagi memang inilah musibah yang terjadi. Saya masih teringat, ketika berangkat ke sawah saya buatkan teh manis kami minum bareng saya suapi dia. Akan tetapi hari ini saya tidak melakukan itu. Mereka bertiga masih tidur waktu saya berangkat ke sawah” katanya.

Atas musibah kebakaran itu, tidak hanya dari Dinas Sosial Kabupaten Tulang Bawang yang memberikan bantuan kepada keluarga korban. Akan tetapi seluruh warga bahkan desa tetangga turut serta memberikan bantuan moriil maupun materiil. Hasilnya alhamdulillah tepat hari Sabtu (05/01) peletakan batu pertama pembuatan Rumah baru untuk keluarga Sugiatno berjalan dan dilakukan secara bergotong royong. Baik Juheni (kepala Kampung Andalas Cermin) maupun keluarga besar Sugiatno mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah turut serta membantu meringankan beban atas musibah yang terjadi ini.

(ERY/AC)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan