Sempat Gagal Panen, Petani Rawa Pitu Tetap Giat Wujudkan Lumbung Padi Lampung-Nasional

Bibit tanaman padi Andalas Cermin 2018 (dokumen desa andalascermin.desa.id – foto:eri)

Tulang bawang-(16/07) Setelah sempat gagal panen pada musim tanam Rendeng pada April lalu akibat banjir yang melanda beberapa bulan di tahun 2018. Kini masyarakat desa Andalas Cermin dan seluruh desa sekecamatan Rawa Pitu mulai giat menanam padi.

Gagal panen merupakan duka besar bagi petani karena penghasilan masyarakat kampung andalas cermin yang 98% adalah petani/pekebun. Sri mengatakan, pendapatan yang biasanya dari luas 1 hektar bisa panen hingga 6 ton, musim panen(rendeng) kemarin hanya diperoleh kurang dari 3 ton. Dengan hasil itu semua petani mengalami kerugian yang cukup besar. Kerugian 1 hektar lahan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“panen rendeng wingi akeh uwong sing gagal panen termasuke, yo walaupun enek sing panen nggak ketang 3 ton padahal biasane iso 6 ton an. Iku mendeng sing panen, sing blas nggak iso kejukok parine?! Opo ra yo bablas jutaan modale ngge nandur. Tandur gadu iki bismillah ditenanani semoga iso panen apik” (panen rendeng  tahun ini banyak orang yang gagal panen padi, walaupun tetap masih ada yang bisa panen sekitar 3 ton padahal biasanya bisa 6 ton, hal tersebut sudah cukup baik dibandingkan petani yang sama sekali tidak panen, karena seluruh modal yang telah dikeluarkan untuk tanam, akhirnya hilang tak berbekas. Tanam gadu kali ini bismillah semoga bisa panen bagus).” tutur Sri salah seorang petani.

“Kalau ada banyak ikan di sawah sebagai rejeki pasca banjir, semoga ada tanah yang subur dan padi yang melimpah juga sebagai rejeki banjir, aamiin.” tambah paidi juga petani padi Andalas Cermin.

Tanaman padi yang sudah berumur 1 bulan (dokumen desa andalascermin.desa.id- foto:eri)

Potensi subur lahan pertanian yang ada di Rawa Pitu tersebut memberi peluang petani Rawa Pitu untuk mewujudkan cita-cita menjadi lumbung padi Lampung bahkan Nasional. Peluang untuk perkembangan tanaman padi di Rawa Pitu memang sangat berkembang pesat setiap tahunnya, hal tersebut memberi harapan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani padi di kecamatan Rawa Pitu.

Namun ada hal yang cukup menjadi kendala dalam bidang pertanian yaitu permodalan, selain kendala dalam persiapan penanaman mulai dari pembersihan lahan, persiapan lahan, jarak tanam, pemilihan bibit, pola tanam, dan perawatan.

Para petani masih banyak yang mengeluh saat tiba musim tanam, hal tersebut karena sulitnya mencari modal untuk menanam, Sehingga pada sebagian besar petani terpaksa melakukan peminjaman modal pada pihak bank, baik bank resmin maupun bank plecit dari tetangganya sendiri yang terkadang masih ada yang mengeluarkan bunga lebih besar daripada bank resmi.

Dalam hal ini, pemerintah turut serta membantu meminimalisir dan meringankan beban dalam prosedur peminjaman modal diantaranya melalui program Kartu Tani, sehingga petani yang memiliki kartu tersebut dapat lebih mudah melakukan peminjaman modal pada kelompok tani di desanya tanpa memikirkan bunga peminjaman.

Kesulitan saat jelang tanam padi karena permasalahn permodalan, bukan berarti aktivitas tanam padi tidak menghasilkan keuntungan bagi para petani. Kenyataannya untuk 1 hektar lahan padi, petani rata-rata bisa menghasilkan 4-7 ton atau senilai Rp. 7-19 juta untuk satu kali panen. Terjadinya kebingungan saat tanam modal salah satu diantaranya disebabkan karena dari awal penanaman yang 100% modal pinjam atau karena kebutuhan hidup semakin meningkat dan tidak terprediksi.

(Eri Rahmawati-andalascermin.desa.id)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan