NAZPA, diketahui untuk dihindari

Para Narasumber menyampaikan penyuluhan tentang NAZPA (Eri-Fotografer)

Andalascermin.desa.id- NARKOBA disebut juga NAPZA atau Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif adalah zat-zat kimiawi yang dimaksukkan kedalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup melalui hidung, maupun intravena (melalui pembuluh darah, biasanya melalui jarum suntik), sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.

NAKOBA atau NARkotika, PsiKOtropika dan Bahan Adiktif lainya merupakan ancaman bagi generasi muda, hal ini karena pada umumnya genearasi muda yang berada pada usia labil sangat mudah terpengaruh pergaulan-pergaulan yang cenderung bersifat negatif. Usia labil juga disebut sebagai usia mencarian jati diri yang dalam fase ini menyebabkan mereka merasa tertantang mencoba hal-hal baru bahkan penasaran pada hal-hal yang jelas terlarang sekalipun.

sehat bahagianya pemuda Andalas Cermin hidup tanpa NAZPA (Eri-Fotografer)

Setidaknya ada 3 jenis alasan yang mendasari seseorang menggunakan narkoba dan kemudian ketergantungan, diantaranya adalah:

  • Anticipatory belief: Ini adalah sebuah keadaan di mana seseorang yakin jika mereka menggunakan narkoba maka dirinya akan dianggap hebat, mengikuti tren dan masuk kategori orang dewasa.
  • Relieving belief: Pengguna akhirnya memakai narkoba untuk alasan melepaskan atau relieve segala kepenatan dan masalah yang sedang menimpanya. Tidak heran jika banyak pengguna yang mengaku menggunakan narkoba untuk melepaskan rasa depresi, stress dan cemas.
  • Permissive belief: Ini adalah sebuah keadaan di mana seseorang menggunakan narkoba karena menganggap ini adalah hal yang biasa, hal yang sudah menjadi gaya hidup kekinian serta gaya hidup global yang normal.

Foto bersama simbolis sepakat bersatu “katakan tidak untuk NARKOBA” (Eri-Fotografer)

Itulah mengapa sangat penting peran orangtua dan segenap elemen masyarakat memperhatikan dan mengarahkan generasi muda ke arah kesibukan dalam hal-hal yang positif, mengawasi, dan mencegah pergaulan yang negatif khususnya NAZPA. Karena ternyata salah satu penyebab banyak kasus generasi terjangkit konsumsi NAZPA ialah akibat adanya tekanan mental dari keluarga sehingga menyebabkan seorang anak cenderung lebih suka berlama-lama berada di luar rumah asik bersama teman sebayanya, dimana pergaulan teman pergaulannya ini tidak terkontrol sepak terjang dan batasan pergaulannya. Seperti yang dipaparkan oleh Bribka Erwin  sebagai babinkamtibnas desa binaan Andalas cermin

“seyogyanya seluruh masyarakat turut mengawasi dan membangun karakter generasi muda, terutama orang tua karena kebanyakan diantara mereka yang terperosok ke dalam pergaulan bebas, NAZPA dan sejenisnya adalah akibat dari mereka yang mendapat penekanan mental dalam keluarganya, mereka lebih suka main diluar rumah, ketemu teman pecandu awalnya coba-coba akhirnya ketagihan.  ya walaupun faktor luar lainnya juga sangat berpengaruh, misalnya juga karena teman, kurangnya pendidikan dan pengajaran agama yang juga  minim,” paparnya.

Dalam agama sendiri jelas telah mengatur perkara larangan barang haram berwujud NAZPA tersebut karena sifatnya yang sama dengan khomr- yakni memabukkan atau tidak sadarkan diri. Betapa bahayanya NAZPA sehingga baik bidang keagamaan maupun kesehatan pun melarangnya karena sifatnya yang dapat merusak sel syaraf tubuh dan menyebabkan timbul banyak penyakit. Seperti yang dijelaskan oleh dokter Mulia dari Puskesmas kecamatan Rawa pitu

“Dalam bidang kesehatan sendiri NAZPA bisa dibilang sangat merugikan bagi tubuh karena bersifat merusak. Dengan penggunaan berlebihan, bahaya narkoba sangat tampak untuk tubuh diantaranya dapar merusak sistem imunitas tubuh, pernapasan dan peredaran darah, menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, Menyebabkan disfungsi hati, gangguan pada kulit, gangguan sistem reproduksi, perubahan fungsi otak, merusak mental, dan rasa paranoid,” jelasnya.

saat sesi diskusi (Eri-Fotografer)

Penyuluhan NAZPA yang dengan 100 orang tamu undangan dari beberapa elemen masyarakat desa Andalas Cermin hari ini berlangsung dengan tertib dan antusias terlebih pada saat sesi tanya jawab atau diskusi langsung masyarakat dengan para narasumber. Bentuk apresiasi dan dukungan dari warga desa juga sangat terlihat baik, mereka juga sangat berterimakasih dengan adanya penyuluhan tersebut, setidaknya merasa selangkah lebih dekat mengenal NAZPA sehingga dapat pula seribu langkah menghindarkan diri dan keluarga dari barang haram tersebut, NAZPA.

 

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan