TENDA DARURAT BELUM DITINGGALKAN SELURUHNYA

warga yang masih tinggal di tenda

Andalascermin.desa.id-Hari ini kamis (6/6) menuju 100 hari setalah bencana banjir menimpa kampung Andalas Cermin kecamatan Rawa Pitu, kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Setelah lebih dari 3 bulan pasca bencana, Masih ada sebagian masyarakat korban bencana di Kampung Andalas Cermin, yang menempati tenda darurat.

warung di tenda darurat

Sebanyak 13 kepala keluarga diantaranya: Ndemin, Jumari, Yunus, Anang, Saryono, Sariyo, Riyadi, Mukhlasin, Jumilah, Sumanto, Sunaryanto, Ari, dan Eri Kurniawan, yang bertempat di jalur Swakarsa, kampung Andalas Cermin, masih menempati tenda darurat yang didirikan warga di sekitar jalan utama tanggul dan aliran anak sungai Tulang Bawang wilayah setempat. Mereka menempati tenda beratap terpal dan berdinding bahan bekas selama tiga bulan terakhir.

kondisi tenda darurat

Salah satu warga “mbah Sutilah” (62) menjelaskan, warga memilih masih menempati tenda darurat ini karena kondisi tanah pasca banjir masih belum kering atau “becek” (berlumpur), serta rumah yang belum memungkinkan untuk ditempati karena butuh renovasi, sebagian komponen rumah lapuk terendam air banjir, lantai rumah yang terbuat dari semen pecah-pecah/rusak, serta lantai tanah di dalam rumah yang sama sekali belum kering.

mbah Sutilah menunjukkan kondisi jalan menuju rumah kediamannya

Ditambahkan So’imah (45), meski jauh dari rasa nyaman, warga tidak memiliki pilihan selain menempati rumah darurat yang rawan bocor dan ambruk terkena hujan dan angin. “Warga juga berharap ada rehabilitasi rumah bagi para korban bencana dari pemerintah,” jelas Ani (35).

sebagian warga Swakarsa  yang rumahnya sudah dapat ditempati, mulai membongkar tenda

Para korban bencana di kampung Andalas Cermin ini akan tetap bertahan di tenda darurat, hingga kondisi tanah betul-betul kering.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan