“MANCING MANIA” REJEKI PASCA BANJIR

Ikan jenis Lele

Andalascermin.desa.id-Keberuntungan rejeki setiap orang berbeda-beda. Banjir yang melanda selama kurang lebih satu bulan pada Maret-April 2018 lalu, ada sebagian warga yang merasakan rejeki keberkahan pasca banjir tersebut.

Tak hanya anak-anak yang memang hobi mancing mania sambil bermain bersama teman-teman sebayanya, hal itu juga dilakukan oleh pak Hendik (50), warga asli kampung Andalas Cermin yang belum tentu setahun sekali melakukan kegiatan memancing, kali ini turut serta memancing karena penasaran dengan semarak mancing pasca banjir pada minggu (21/04) di sela-sela kesibukannya.

Kampung Andalas Cermin yang sejak lama memang terkenal dengan kekayaan ikan sebagai potensi khas alamnya, membuat hampir semua warganya hobi mencari ikan di sungai atau sekitar areal persawahan. Tetapi tidak sebagaimana biasanya, pasca banjir, begitu banyak ikan di berbagai wilayah kampung, sehingga anak-anak atau orang dewasa bahkan ibu-ibu rumah tangga yang sebenarnya tidak tahu tekhnik memancing sama sekali, mereka mendapatkan Ikan berkisar 1,5-5kg setiap kali pergi memancing dalam sehari.

Ada diantara mereka yang memancing hanya untuk hiburan, mencari lauk makan keluarga, ada pula yang menjualnya demi mendapatkan rupiah, jenis ikan Gabus biasanya dijual dengan harga Rp. 20.000,00-25.000,00 per kilogramnya.

Ikan hasil pancingan ada yang dikonsumsi langsung, ada pula yang diolah terlebih dahulu menjadi ikan asin agar dapat disimpan lebih lama untuk lauk makan di hari lain. Cukup mengherankan memang kalau harus berjualan ikan di perkampungan Ikan, tetapi harga jual 25.000,00/kg menandakan bahwa memang ikan banyak digemari warga kampung Andalas Cermin, terutama bagi mereka yang tidak sempat memancing sendiri.

Masyarakat menyebut jenis ikan yang biasa memakan pancingan adalah ikan Gabus, Ikan Lele, ikan Wader, ikan Sluwang, ikan Kating, ikan Nila, dan yang paling banyak adalah ikan Betok.

Ikan beragam, umpannya pun beragam; diantaranya dengan umpan cacing, Katak, Keong, ada pula yang menggunakan rebusan mie instan yang dicampur dengan trasi udang.

Karena lokasi pemancingan yang banyak diminati adalah di saluran-saluran sungai sekunder yang dikelilingi oleh sawah, tempat pemacingan ini selalu ramai dikunjungi warga yang tidak hanya bertujuan memancing tetapi juga bersawah, bahkan tidak jarang dijumpai beberapa orang yang bekerja di sawah sambil membawa dan memasang pancing di sekitar sawah. Atau memancing sambil mencari jamur Damen (sampah batang sisa panen Padi).

Potret Warga Sedang Mancing Mania

 

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan