BELAJAR DARI PARA RELAWAN

Andalascermin.id-Selasa 27 Maret 2018, Dari keadaan banjir ini kita jadi faham bahwa segala sesuatu yang berlebihan dan melampaui batas, dapat mengakibatkan kerusakan.

Ya, air yang berlebihan saat ini telah menjadi musibah banjir. Tidak hanya debit air banjir yang bertambah setiap harinya, bantuan dari berbagai sumber atas banjir di desa Andalas Cermin juga terus bertambah.

Setiap bantuan adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Bantuan-bantuan tersebut bermacam-macam jenisnya, diantaranya ada yang memberikan bantuan berupa barang, tenaga, maupun doa.

Bantuan adalah wujud realisasi dari rasa simpati terhadap orang lain yang sedang tertimpa musibah. Rasa simpati tersebut menjadi sebab seseorang mengulurkan tangan untuk membantu, hal inilah yang biasanya sering disebut sebagai sikap sosial yang tinggi. Dengan sikap tersebut, dapat menjadi sebab Allah swt meninggikan derajat seseorang di sisi-Nya. Serta bagi siapa saja yang menolong orang lain, dijanjikan akan semudah oleh Allah dalam segala urusannya.

Begitu beruntungnya orang yang bisa membantu orang lain. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “Tangan di atas lebih baik dari pada Tangan di bawah” dan “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain”, tetapi yang terpenting dari keduanya ialah sikap terbaik kita saat menerima jatah takdir dari tuhan (membantu atau dibantu).

Saat seseorang ditakdirkan beranda di atas (mampu membantu), ia berkewajiban untuk membantu siapa saja yang ada di bawahnya (yaitu orang-orang yang sedang dalam kesusahan dan membutuhkan bantuan), maka bantulah dengan sekemampuan dan keikhlasan. Sedangkan bagi yang sedang mendapat kesulitan maka ia berhak mendapatkan bantuan, maka terimalah bantuan sebagai ikhtiar taat menjalani takdir rotasi kehidupan.

Itulah proses belajar menerima takdir, walaupun kita tahu bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, dan kalau saja seseorang boleh memilih, tentu saja semua orang lebih memilih memberi daripada diberi, seseorang harus berusaha memahami semua yang terjadi adalah bagian dari takdir tuhan dan pasti ketentuan itu yang terbaik untuk hambaNya.

Menerima bantuan saat orang lain adalah rezeki yang tidak boleh ditolak, hal ini juga memberi faidah agar di lain waktu saat orang lain membutuhkan bantuan, kita bisa lebih peka dan mau untuk membantu.

Seperti yang diutarakan oleh bu Siti, salah seorang pengungsi banjir: “Sebenarnya saya lebih baik tidak mendapat bantuan, daripada syaratnya banjir begini. Bukan berarti saya sombong atau tidak suka menerima bantuan mereka bu, rasanya sedih bu kalau kondisinya begini. Walaupun artinya saya tidak sendiri, walaupun bareng-bareng mengungsi, saya tetap merasa sedih. Melihat para relawan saat memberikan bantuan enerima bantuan rasanya sedih campur terharu, tapi jadi terhibur juga. Relawan-relawan itu banyak yang saya tidak kenal, tapi mereka tetap mau bantu saya. Alhamdulillah bu.”

Begitulah sebuah kebaikan akan menghasilkan kebaikan-kebaikan yang lain. Memberi tidak akan membuat kita miskin. Memberi akan menambah kaya persaudaraan, dan segala yang diberikan dengan tulus, pasti akan mendapatkan balasan yang lebih baik. Terimakasih Relawan. Semangat menjadi Relawan.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan