SIAGA SATU DESA ANDALAS CERMIN

Andalascermin-Rabu 14 Maret 2018 perairan di desa Andalas Cermin mengalami perluasan wilayah. Hanya dalam hitungan beberapa hari, nampak sebagian besar wilayah barat desa meliputi perumahan warga, jalan utama jalur, sekolah-sekolah dan seluruh lahan pertanian berubah menjadi genangan air.

Menurut pengamatan, Faktor utama hal ini terjadi karena dalam waktu satu minggu terakhir, terjadi curah hujan yang semakin meningkat di wilayah kabupaten Tulang Bawang, di sisi lain arus genangan air yang tidak tertampung dan meluap dari sungai Tulang Bawang mengalir ke desa Andalas Cermin dan sekitarnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan curah hujan yang tinggi maupun rendah karena semua momentum pergantian musim penghujan atau kemarau yang terjadi di Indonesia merupakan fenomena alam yang telah disempurnakan oleh Allah swt agar menjadi jatah musim bagi Indonesia sebagai wilayah strategis beriklim tropis.

Bahkan Allah swt berfirman dalam kitabNya mengelompokkan hujan sebagai kategori harta kekayaan yaitu rezeki bagi manusia: “maka aku (Nuh) katakan pada mereka, mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak mu, dan mengadakan untukmu kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untuk mu sungai-sungai (Qs.Nuh 10-12)


Saat terjadi genangan air meluap akibat curah hujan yang tinggi pada musim penghujan, sebenarnya itu bukanlah serta merta hujan sebagai penyebab terjadinya banjir. Akan menjadi sebuah prilaku yang kurang santun apabila kita sebagai hamba Nya menyalahkan hujan sebagai penyebab terjadinya bencana banjir, padahal hujan merupakan rahmat dan sumber rizki bagi kehidupan di bumi yang juga merupakan hadiah bagi orang yang bertaubat.

Apabila kita terus menerus membicarakan tentang kebermanfaatan air bagi kehidupan tentu tidak akan pernah habis karena begitu banyaknya manfaat air. Bahkan saat terjadi banjir dan volume air semakin bertambah karena turun hujan, air tetap tidak bersalah dan hujan tetap menjadi rahmat karena tetap ada doa yg mustajab dikabulkan saat seseorang memanjatkannya ketika turun hujan.

Banjir yang terjadi ini Mungkin karena tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, tidak ada yang tau apa dan siapa yang bersalah atas bencana banjir yang terjadi ini? Tentunya kita tidak bisa menyalahkan siapapun selain diri kita sendiri, karena bagaimanapun terjadinya bencana yang menimpa adalah karena akibat dari perbuatan tangan kita sendiri.

Maksudnya adalah bisa jadi karena selama ini kita kurang perduli dengan lingkungan sekitar. Air yang seharusnya lancar mengalir dan tidak tergenang menjadi tersumbat akibat sampah yang dibuang sembarangan atau karena saluran irigasi air yang tidak tertata dan fungsional. Atau karena lokasi desa andalas cermin yang merupakan dataran rendah sehingga sangat wajar bila terkena banjir.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab banjir, tapi yang jelas banjir yang terjadi saat ini sedang menjadi ketentuan yang terjadi di desa andalas cermin. Tugas kita sebagai penerima jatah adalah koreksi dan perbaiki diri, yaitu mengambil hikmah yang tersaji, berhati- hati, jaga kesehatan dan keamanan diri dan keluarga, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah agar tetap mendapat rahmat saat banjir melanda, yaitu dengan cara Beristighfar sepanjang kesempatan.

 

Dengan Beristighfar tidak hanya menambah lebat hujan saat musim kemarau atau menambahkan intensitas cahaya matahari saat musim penghujan. Istighfar lebih dari itu, dengan istighfar dapat menjadi sebab Allah memudahkan segala urusan. InsyaAllah.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan