ANDALAS CERMIN RAYAKAN MAULID NABI DI BEBERAPA TITIK

Cinta adalah kekuatan yang mengandung kemuliaan, dan setiap cinta menuntut perjuangan untuk pembuktian. Memiliki cinta juga termasuk bagian dari fitrah kemanusiaan.
Cinta kepada Rasulullah adalah syarat utama agar mendapatkan kasih sayang dari Allah Swt. Serta sebagai jalan saling menebar kebaikan kepada sesama makhluk di bumi.
Banyak cara untuk merealisasikan pembuktian cinta, tetapi cinta ke pada rasulullah tidak semua cara dapat diterima karena hanya dengan apa yang menjadi sunnahnya sajalah yang dapat diterima sebagai pembuktian cinta ke pada rasulullah.
Melalui pengamalan sunnah dalam kehidupan sehari-hari,seseorang dapat memupuk rasa cintanya tersebut menjadi semakin kuat sebagai upaya kesempurnaan ibadah ke pada Allah SWT.
Merayakan maulid nabi artinya seseorang telah mengingat hari kelahiran rasulullah Muhammad saw. Mengingat segala yang berkaitan tentang rasulullah merupakan wujud kecintaan. Semakin sering mengingat, semakin tinggi kualitas cinta. Sebab salah satu tanda seseorang mencintai, maka ia akan selalu mengingat segala apa yang berkaitan dengan yang menjadi kecintaannya tersebut.
Hal ini bukan berarti orang yang tidak menghadiri kegiatan peringatan maulid nabi tergolong orang yang tidak mencintai rasulullah, sebab hati yang selalu terpaut pada rasulullah di sepanjang waktunya serta mengamalkan sunnah nya adalah juga bukti cinta ke pada rasulullah karena tentu saja kecintaan yang besar tidak hanya terbatas pada peringatan atas kelahirannya saja. Mengingat akhlak nya hingga mengamalkan nya dalam kehidupan sehari-hari, mengenal sejarah perjuangan hingga menjaga hasil perjuangannya, mengenal keluarga dan sahabatnya hingga menjadikannya sebagai penggemar, mencontoh semangat juangnya dalam ibadah, menimba ilmu dan mengamalkannya ,serta serta semangat jihad lainnya, semua itu adalah bukti kecintaan kita terhadap rasulullah saw.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan