ADA CINTA GARA-GARA SIDeKa

Andalas Cermin-SIDeKa (Sistem Informasi Desa dan Kawasan) adalah program DBT (Desa Broadband Terpadu) 2017, sebuah program prioritas yang dikembangkan oleh Kementrian komunikasi dan informatika yang bekerjasama dengan ITB (Institut Teknologi Bandung).

Lahirnya SIDeKa merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dengan mengemban visi “one map, one data” seluruh desa di Indonesia agar tercipta SDA dan SDM yang semakin berkualitas, meningkatkan pelayanan masyarakat, bergerak memberi kontribusi, mengajak masyarakat merasakan pelayanan jejaring, meminimalisir permasalahan berita hoax, memperoleh data yang falid, menjadi desa yang akuntabel dan transparan, semakin membaik pengelolaan dana dan aset yang dihasilkan desa.

Untuk bisa mengembangkan visi nasional tersebut, butuh orang-orang yang tak hanya mau tapi juga berkemampuan dan siap berjuang. oleh karena itu sangat penting menjadi bagian dari tim SIDeKa yang berkarakter dan fungsional.

Sebuah pertemuan besar yang terkesan kebetulan tapi sebenarnya sudah menjadi jatah takdir bagi asseptor, assesment, dan 222 penyuluh dari seluruh wilayah sampel di Indonesia. Hal ini menjadi sebab timbulnya wawasan dan pengalaman baru bagi mereka semua.

Tiap-tiap orang dengan  wawasan keilmuan berdasarkan pengalaman hidupnya tersebut menjadi sebab saling komunikasi dan bertukar informasi antar individu.

Jalinan komunikasi, membuka persepsi diri, bersikap netral dan ketulusan, yang menjadi ciri khas terutama mereka yang berperan sebagai penyuluh SIDeKa, karena dengan sifat tersebut dapat melahirkan cinta perjuangan antar penyuluh yang kemudian menebar hingga masyarakat luas khususnya di desa masing-masing.

Saling berkemauan membantu untuk memupuk Cinta perjuangan itu sesungguhnya adalah perjuangan yang semakin mendekatkan diri dengan cintanya sang pemilik cinta. Dialah Allah yang maha esa, karena bagaimanapun munculnya sikap kepedulian pada semua elemen desa yang bersumber dari rasa cinta perjuangan itu adalah sebuah prestasi yang patut disyukuri.

Dari 222 orang penyuluh SIDeKa yang berasal dari berbagai suku di seluruh indonesia, hampir seluruhnya ingin tetap berkontribusi di desanya masing2  walaupun nantinya bukan lagi seorang penyuluh SIDeKa. Semoga semakin banyak orang2 yang menebar cinta perjuangan untuk desa walaupun dengan atau tanpa label status dari desa. Semoga ternilai ibadah.

 

6 Comments

    • Semangat-semangat itu timbulnya dari beliau-beliau yang juga tulus membangun desa. Apa yang tersaji dari kami saat ini hanya sebagai ikhtiar agar menjadi seperti apa yang @akuokeu sebutkan “ketulusan hati”.

Tinggalkan Balasan